Candaan Rasulullah

  1. Candaan ini diawali oleh sahabat Ali kepada Rasulullah.  Suatu ketika Rasulullah Saw bersama para sahabat berbuka puasa. Mereka berbuka puasa dengan memakan buah kurma.  Setiap kali mereka makan kurma,  sisa bijinya di tempatkan didepan mereka masing-masing. Tidak lama kemudian,  Ali menyadari bahwa ia telah memakan cukup banyak kurma.  Sehingga nampak di depannya biji-biji kurma lebih banyak di bandingkan dengan sahabat-sahabat lain.  Disinilah muncul keisengan Ali,  diam-diam dia memindahkan biji kurma milik Rasul.  Dengan nada bercanda,  Alipun membujuk rasul ” Wahai Nabi,  tampaknya engkau begitu lapar.  Sehingga makan kurma begitu banyak.  Lihat biji kurma ditempatmu menumpuk begitu banyak.  “

Sambil tersenyum, Nabi membalas keisengan Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar.  Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya.  Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu.” ( H. R.  Bukhori )♥

#ippnubandung#pecintaNU

Kegiatan sosialisasi PWNU Jabar

Bila hari-harimu tersimpan kelesuhan, maka biar aku saja yang menanggungnya (kata dilan). Hari hariku hari ini terselimuti oleh banyaknya kegiatan di IPPNU.  Sebelum mengikuti acara sosialisasi PWNU Jabar, banyak rintangan yang harus ku hadapi,  mulai dari bagaimana terhindar dari keamanan pondok saat keluar.  Walaupun sudah idzin,  tapi belum tentu di idzinkan oleh pihak pondok. Tapi demi IPPNU, maka aku beranj untuk mencoba idzin pada pihak pondok.  Kerap sekali aku di tanya banyak hal tentang bermanfaat atau tidak nya kegiatan ini, namun aku yakin bahwa hati mereka akan luluh setelah mereka melihat hasil yang ku dapatkan nanti.  Aku berangkat dengan teman-teman dari cibiru.  Setelah sampai di tempat,  semuanya telah berkumpul.  Oh..  Ternyata aku telat,  tapi masih ada harapan untuk mendengarkan pemateri.

  1. Kegiatan saat awal datang

    Saat kami datang,  semuanya sedang berdiri menyanyikan lagu kebangsaan NU.  Alhamdulillah..  Belum terlalu tertinggal-tinggal amat siihh…

  2. Setelah itu kami duduk mendengarkan pemateri pertama oleh Ibu Nina Yuningsih.  Beliau menyampaikan tentang pemilu cakub tahun 2018. Bagaimana cara memilih calon yang baik,  sesuai dengan syari’at agama.  Karena setiap orang adalah pemimpin,  dan akan di mintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Maka dari itu,  mari kita memilih pemimpin yang berani memperbaharui politik indonesia sesuai dengan agama.
  3. Pemateri kedua, oleh bapak Kolonel Sujatnico.  Beliau menyampaikan tentang proses Radikalisme yang tersebar di Indonesia.  Bagaimana masuknya radikalisme ke indonesia secara halus dan perlahan.  Mereka menarik para siswa dan pelajar yang masih awam dengan embel-embel mengatasnamakan Dienul Islam.  Doktrin yang mereka pakai pada awalnya sesuai dengan ayat Al-Qur’an. Mulai dari tentang ayat ketauhidan yang ada dalam QS.  adz-Dzariyat ayat 53. Dan dalil-dalil tentang hijrah,  kesatuan dienul islam,  infak,  zakat,  dakwah,  dan lain sebagainya.  Itu semua mereka lakukan untuk memperkuat kekuasaan mereka dan apabila mereka telah kuat,  maka akan menghancurkan negara.  Kita sebagai umat islam yang sejati,  maka harus bisa menebarkan islam yang damai dan Nusantara.  Bukan Islam yang membuat kerusakan.  Mengapa?  Karena Allah tidak suka terhadap kerusakan.  Maka sebarkanlah Islam Nusantara di seluruh dunia.  Islam yang ada di bawah naungan Nahdotul Ulama tercinta.  Karena ulil amri-ulil amri sekarang adalah para ulama.  Kita sebagai islam sejati juga tidak boleh terlalu terhasut oleh pihak-pihak yang tidak beryanggung jawab dalam kebenaran.  Banyak hoax-hoax yang tersebar di berbagai sosial media.  Maka dari itu,  kita harus cerdas dan cermat dalam menyikapi hal tersebut.  Jangan sampi kita ikut-ikutan memposting hal yang tidak benar. Karena itu akan membuat mudhorot bagi yang membaca postingan kita.  Bagaimana kalau Allah yang mempertanyakannya?  Tentang penyebaran-penyebaran fitnah yang kita lakukan.  Apa yang akan kita jawab ? Kita harus jujur dan benar dalam menyampaikan berita.  Baru kita boleh mempostingnya.

Kesan pesan dari kegiatan ini:

Begitu bergetar jiwa ragaku saat menggendangkan lagu kebangsaan NU.  Seraya banyak makna di dalamnya.  Di acara ini juga dapat memperbanyak silaturahmi keluarga NU sejawa Barat,  bahkan bertemu dengan teman-teman sesama asalku Cirebon.  Semangat yang membara di hati mereka membuatku bangga berada dalam NU.  Semoga lain kali kita dapat bertemu dan bercengkrama kembali.  Menggalih ilmu lebih,  dan lebih banyak.  Karena ilmu Allah itu bagaikan lautan dunia dan ilmu kita hanya setetes jarum yang di celupkan di dalam nya.

Terima Kasih untuk Semuanya

#ippnujabar # pwnujabar# #ippnubandungkota #ippnucirebn #ippnulovers #NUlovers.

ku persembahkan untuk keuargaku

kia adalah keluarga. keluarga yang selalu menjadi penompang bagi seiap keluarga yang lainnya. so, family it’s make me happy.

momment event in ippnu jabar

berawal dari satu kata yaitu BERJUANG. tak semudah orag lain untuk dapat mengikuti kegiatan diluar. butuh perjuangan bagiku untuk mengikuti semua kegiatan diluar. kekangan, tantaangan, tekanan semuanya ku hadapi. namun aku mencoba belajar dengan ikhlas. aku hidup didalam sebuah pesantren dengan berbagai peraturan yang telah diterapkan. jikalau ingin keluar, maka semuanya harus dengan idzin. begitupun dengan event pada hari ini, sabtu, 03 februari 2018. mengikuti kegiatan adlah salah satu hal yang ku sukai. aku menikuti ippnu, menemui banyak teman dan keluarga. sangat berkesan pada saat ini.